“Kapan terakhir kali kamu membaca buku atau surat kabar?”
Meski tahu bahwa membaca memberi banyak manfaat, namun sayangnya
kegiatan yang satu ini masih sangat jarang menjadi prioritas. Hiruk
pikuknya postingan di aneka media sosial seperti Facebook, Twitter, atau
Path rasanya lebih menarik untuk dipelototi. Sementara kita ogah
membuka koran dan buku, orang-orang paling sukses di dunia tidak pernah
meninggalkan kebiasaan membaca mereka. Dalam hati bisa jadi kamu
penasaran dengan alasan kenapa sih mereka tetap menyempatkan membaca,
apa yang dibaca, atau mungkin apa pengaruhnya kebiasaan membaca tersebut
terhadap kesuksesan yang didapat saat ini. Untuk kamu yang punya pertanyaan serupa, Koran Baru akan mengulas berbagai kebiasaan membaca yang dimiliki oleh orang-orang
yang punya prestasi mendunia. Mau tahu apa saja? Cek di artikel ini ya:
1. Untuk mengikuti perkembangan tren bisnis terkini, Warren Buffet
selalu mengisi waktunya dengan membaca berita di koran lokal dan
nasional
Siapa tak kenal Warren Buffett?
Pria berusia 84 tahun ini sukses menempatkan dirinya sebagai jajaran
orang terkaya di dunia. Bahkan di tahun 2010 lalu, dia berhasil
mengalahkan Bill Gates sang pemilik Microsoft menduduki peringkat orang
kaya nomer satu di dunia. Meskipun harinya sibuk diisi dengan berbagai
kegiatan mengurus bisnis besar yang telah dirintis, namun ia tidak
pernah lupa untuk selalu meng-update pengetahuannya dengan membaca berbagai koran mulai dari yang berskala lokal, nasional, hingga internasional. Warren
Buffet melakukan ini agar dirinya selalu bisa mengikuti perkembangan
tren dunia bisnis yang terjadi. Dari sinilah biasanya dia bisa membuat
perencanaan bisnis yang lebih matang lagi. Warren Buffet juga dikenal
sebagai seorang pebisnis yang mahir membaca situasi pasar sehingga dapat
membuat keputusan yang hampir selalu tepat. Kebiasaan Warren Buffet ini
membuatnya berhasil menjadi raja bisnis di kancah dunia.
2. Obama selalu berusaha menyepatkan waktu membaca koran lokal, majalah, sampai laman online teranyar agar tak kehilangan berita terbaru
Sebagai
seorang presiden di negara adidaya, tentunya akan sangat dimaklumi bila
Barack Obama tidak lagi memiliki waktu untuk membaca buku, koran, atau
mungkin portal berita. Karena toh kalau dipikir-pikir ia bisa
meminta asistennya mencarikan informasi terbaru. Tapi pada kenyataannya,
presiden berdarah Afro-America ini memilih untuk membaca sendiri
berbagai bacaan yang memang ia rasa perlu baca. Obama akan meluangkan waktunya di pagi hari untuk membaca koran harian, majalah-majalah, bahkan berbagai laman online
seperti blog dan juga website. Dari sanalah ia mendapatkan informasi
mengenai perkembangan yang terjadi di negaranya dan dunia internasional.
Kebiasaan Obama ini sudah dilakukan sejak masih kecil. Mungkin karena
hal ini pula Obama muncul sebagai selah satu orang paling cerdas di
dunia.
3. Bill Gates memaksa dirinya
menuntaskan satu buku setiap minggu. Ia juga pembaca setia aneka surat
kabar demi mengikuti perkembangan bisnis dunia
Penemu
Microsoft, Bill Gates juga menjadi salah satu orang paling sukses yang
tidak pernah meninggalkan kebiasaan bacanya. Bahkan, pria yang sudah
memiliki kekayaan milyaran dolar ini selalu setia membaca berbagai buku
ekonomi yang dia anggap berguna untuk menambah insight-nya sebagai seorang pebisnis. Setiap
minggu, Bill Gates akan ‘memaksa’ dirinya untuk menghabiskan satu buku
yang dianggap berguna memperkaya pengetahuan yang ia punya. Tidak hanya
buku saja, Bill Gates juga menjadi pembaca setia dari New York Times,
Wall Street, dan beberapa koran lainnya. Kesibukan Bill Gates tidak
menjadikannya lengah untuk meninggalkan berbagai bahan bacaan yang
menurutnya berguna untuk dibaca.
4. Penggagas Buzfeed Jonah Peretti memulai paginya dengan membaca koran olahraga dan berita di sosial medianya
Penggagas
Buzzfeed Jonah Peretti adalah penyuka media sosial. Dia mengaku cukup
banyak menghabiskan waktunya untuk bermain twitter dan facebook. Namun
bila orang kebanyakan memanfaatkan media sosial ini untuk mengobrol dan
melihat kehidupan orang lain, Peretti justru menjadikannya sumber untuk
mencari berita. Setiap pagi pengusaha muda yang sudah bisa menghasilkan
jutaan dolar dari bisnis medianya tersebut akan mencari informasi
terbaru. Dia punya kebiasaan bangun pukul 08:30 pagi, minum kopi,
membaca majalah olahraga favoritnya, lalu berselancar di dunia untuk
melihat seperti topik-topik apa sih yang saat sedang banyak dibicarakan
orang. Dari sinilah dia mendapatkan ide untuk membangun artikel-artikel
di Buzzfeed yang menjadi salah satu media dengan konten paling viral di
dunia.
5. Sebagai pemimpin bisnis gerai makanan
tersukses di Amerika, Cheryl Bachelder membiasakan diri membaca buku
yang berhubungan dengan kemampuan leadership
Seorang
yang memiliki bisnis besar pada umumnya memang memiliki kepemimpinan
yang baik. Tanpa adanya kemampuan ini, rasanya mustahil sebuah bisnis
bisa berkembang pesat. Bahkan beberapa pebisnis dunia meyakini bahwa
letak keberhasilan bisnis tidak hanya disebabkan oleh kemampuan sebuah
perusahaan menghasilkan produk saja tapi juga karena kemampuannya untuk
memimpin orang-orang yang di perusahaan tersebut. Mungkin karena
alasan tersebutlah Cheryl Bachelder seorang pemilik gerai makanan
Popeyes rajin membaca buku tentang leadership. Tidak hanya suka membaca
saja, dia pun gemar membagikan pengalamannya memimpin gerai bisnis
makanan paling sukses di Amerika. Pengamalan-pengalamannya ini dia
bagikan melalui blog pribadi agar banyak orang yang bisa membaca.
6.
Selama 25 tahun Howard Schultz, CEO Starbucks, tidak pernah lepas
membaca berita di kolom ekonomi, sosial, dan politik untuk selalu
mengikuti perkembangan zaman
Jika Hipwee menyebut
nama Starbucks apakah nama itu terdengar asing di telingamu? Ya,
mungkin kamu juga salah satu pelanggan kopi asal Amerika ini. Tapi meski
sudah sering minum di sini tahukah kamu siapa pemilik Starbucks? Nama
pembuat Starbucks adalah Howard Schultz, seorang pria berwarga negara
Amerika. Pria yang kini telah sukses menjadi pebisnis kedai kopi ini
selalu bangun di pagi hari, membuat kopi, lalu membaca koran harian yang
menjadi langganannya. Dia suka mengamati berbagai kejadian politik,
ekonomi, dan sosial yang terjadi di sekitarnya. Dari sanalah ia biasanya
akan mendapatkan banyak influence untuk mengembangkan bisnisnya sesuai dengan perkembangan yang terjad.
Membaca
terbukti menjadi kebiasaan dari banyak orang paling sukses di dunia.
Dengan membiasakan membaca, setiap hari otakmu akan diisi dengan
informasi-informasi terbaru yang akan berguna untuk membuat melahirkan
ide-ide yang pasti berguna untuk studi atau karirmu. So, mulai sekarang jangan lupa untuk selalu membaca ya!
Pertanyaan
ini mungkin akan berputar-putar di kepala mereka yang baru saja
diwisuda dan menyandang gelar sarjana. Di satu sisi,
perusahaan-perusahaan besar pastilah menawarkan kemapanan. Sementara di
sisi lain, perusahaan rintisan atau yang punya nama keren “startup” pun
menjanjikan berbagai pengalaman yang tak bisa diabaikan. Nah, jika saat ini kamu sedang bimbang untuk memutuskan, artikel dari Hipwee kali ini bisa jadi memantapkan langkahmu. Kenapa kamu tak harus ragu memulai karirmu di perusahaan startup? Inilah alasan-alasan yang akan meyakinkanmu.
1. Bagi para fresh graduates, memilih bekerja di perusahaan startup bisa
jadi pilihan tepat. Minimnya jumlah pegawai hingga sistem kerja yang
belum jelas justru menempamu jadi karyawan yang lebih bertanggung jawab
Ketika
kamu bekerja di perusahaan perintis, hampir bisa dipastikan kamu akan
bekerja dalam tim dengan jumlah kecil. Ada kemungkinan kalau hanya
kamulah satu-satunya orang dengan kompetensi dalam bidang yang sedang
kamu pegang, sehingga tanggung jawab yang kamu pikul semakin besar Selain
itu, bisa jadi juga kamu harus memikul beberapa tanggung jawab
sekaligus dalam posisimu di perusahaan tersebut. Bahkan, soal sistem
atau pola kerja pun bisa jadi belum jelas sehingga kamu dituntut untuk
pintar-pintar mengatur sistem kerjamu sendiri. Meski terdengar sulit,
pikirkan ini sebagai hal yang positif karena secara otomatis kamu akan
terdidik menjadi pribadi yang lebih berdedikasi dan bertanggung jawab
pada pekerjaan atau bidang yang kamu tekuni. Dan sifat-sifat ini pulalah
yang biasanya dimiliki oleh para pegawai unggulan.
2. Meski tak menjanjikan gaji yang besar, perusahaan rintisan memberimu berbagai kesempatan yang semakin terbuka lebar
Memang pada kenyataannya, sebagian besar bayaran dari bisnis startup
tidak akan sebesar gaji dari perusahaan besar. Namun alih-alih uang,
kamu akan mendapatkan bayaran dalam wujud lain yang lebih berharga,
yaitu kesempatan-kesempatan untuk menimba pengalaman dan
menambah keahlianmu. Perlahan tapi pasti, jika kamu gigih dan jeli
dalam menyambut setiap kesempatan, kamu akan mendaki tinggi dalam dunia
karir. Hari ini mungkin kamu masih bekerja dalam skala kecil, sekadar
menangani klien-klien dari perusahaan kecil pula. Tapi, coba pikirkan
tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi beberapa bulan ke
depan. Bukan tak mungkin perusahaan tempatmu bekerja akan tumbuh dengan
cepat dan melayani orang-orang ternama dengan proyek-proyek bonafit yang
mereka punya.
3. Jobdesc yang berubah-ubah tak seharusnya dirutuki. Kondisi ini malah menjadikan skill dan kemampuanmu terus bertambah lagi
Karena
perusahaan perintis biasanya memiliki jumlah staff yang terbatas, tak
jarang kamu akan diberikan tugas-tugas yang sifatnya fleksibel. Kamu
punya jobdesc yang bisa berubah-ubah setiap saat tergantung
kebutuhan kantor. Kamu tidak akan terkungkung pada satu kewajiban saja,
yang berisiko membuatmu jenuh; tapi juga kesempatan untuk menangani
bidang-bidang lain. Pengalaman seperti ini akan memperluas
pandangan dan keahlianmu dalam menangani berbagai jenis tugas dengan
posisi yang berbeda-beda. Otakmu pun akan terus terasah sehingga kamu
bisa lebih mahir dalam segala hal. Bisa jadi kamu pun akan menemukan passion atau bahkan bakat tersembunyi dalam suatu posisi yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya.
4. Lingkungan startup
adalah tempat berkumpulnya orang-orang kreatif yang haus inovasi. Kamu
punya kesempatan berinteraksi dan belajar langsung dari para inovator
sejati
Orang-orang
yang merintis bisnis mereka sendiri sejak awal memiliki mental dan
pandangan profesional yang berbeda dengan orang-orang yang tidak pernah
menciptakan apapun dengan kedua tangan mereka sendiri. Karena sifat
mereka yang kreatif dan penuh dengan inovasi ini, para
entrepreneur adalah guru-guru terbaik dalam karirmu. Para
entrepreneur adalah pribadi yang memecahkan masalah dengan cara berbeda,
gigih mewujudkan apa yang jadi mimpi dan cita-cita, serta selalu
berusaha untuk memanfaatkan waktu demi bisa bekerja seoptimal mungkin.
Bersama mereka, kamu akan terlatih untuk menantang dirimu sendiri.
Melihat sesuatu secara out of the box dan terus terlatih untuk menangani masalah yang menghadang dalam pekerjaan.
5.
Kontribusimu pada perusahaan akan sangat diperhitungkan. Setiap saran
dan pendapat yang kamu berikan punya andil besar menentukan masa depan
perusahaan
Di perusahaan besar, apalagi jika kamu mulai dari posisi entry level,
kemungkinan besar pencapaian dan prestasimu tidak akan seberapa diakui.
Biasanya, ada saja pihak-pihak lain yang mengambil keuntungan dan
reputasi dari pekerjaan yang kamu rampungkan. Hal ini hampir tidak mungkin terjadi dalam perusahaan startup.
Seluruh bagian dari perusahaan akan menyadari keberadaan dan peranmu
karena setiap individu memberikan pengaruh yang besar pada kelangsungan
perusahaan. Setiap pencapaian dan prestasi akan membuahkan pujian
bagimu. Di titik ini, kamu pun akan terpacu untuk bisa memberikan yang
terbaik bagi perusahaan karena apa yang kamu lakukan akan ikut
menentukan nasib perusahaan di masa depan.
6. Jika perusahaan besar identik dengan suasana kerja yang kaku, startup justru memberi kesempatan bagi pegawai untuk melakukan apa yang mereka mau
Sebagian
besar perusahaan perintis memulai usaha mereka dengan jumlah staf yang
cukup kecil. Jumlah kecil ini memungkinkan kamu agar dapat akrab dengan
anggota timmu. Lingkungan ini akan mengembangkan kekompakan, budaya
kerja sama dan jiwa korsa yang kuat. Di perusahaan startup, biasanya
akan tercipta suasana kerja yang lebih santai dan bersahabat. Selama
target pekerjaanmu terpenuhi kamu bebas bersantai atau bercengkrama
dengan anggota tim yang lain. Peraturan di perusahaan ini tentang
penampilan biasanya juga lebih luwes. Kamu boleh mengenakan pakaian
apapun ke kantor, asalkan bebas sopan. Ini artinya, semua orang dapat
kesempatan untuk mengekspresikan diri sendiri karena tidak terkungkung
dalam budaya kerja yang monoton dengan baju resmi atau seragam.
Mengenakan pakaian favoritmu juga dapat meningkatkan mood saat bekerja,
bukan?
7. Bisnis startup biasanya menggunakan dana atau modal yang terbatas. Bekerja di sana menjadikanmu pribadi yang cermat dan penghemat garis keras
Perusahaan
perintis tentu saja dimulai dengan ‘dana perintis’ pula, artinya tidak
melimpah dan tidak berlebih. Lantaran sedang berkembang, perusahaan pun
mungkin masih mencari-cari pola bisnis yang paling cocok untuk dijalani. Dengan
kondisi seperti ini sudah pasti kamu akan ditempa untuk bekerja efektif
dengan bujet yang terbatas. Berusaha menciptakan hasil sebaik-baiknya
dengan dana yang sekecil-kecilnya. Kebiasaan ini bisa terbawa dalam
kehidupan sehari-harimu dan menjadikan kamu pribadi yang lebih pandai
dalam mengatur keuangan.
8. Memulai karir di perusahaan startup terbukti membawa banyak kebaikan. Budaya mandiri dan kerja keras kelak akan mengantarmu meraih kesuksesan di masa depan
Hal
terpenting yang bisa kamu dapatkan dari bekerja di perusahaan perintis
adalah kesadaran akan betapa berharganya kerja keras, pola
pikir kreatif, dan keuletan itu dalam etos kerja demi karir yang
gemilang. Bekerja dengan perusahaan seperti ini juga akan mendidikmu
agar lebih mandiri, untuk sanggup menuntaskan kewajibanmu meskipun
tenaga dan fasilitas yang membantumu tidak seberapa. Ketika kamu
berhasil menyelesaikan misimu, rasa puas yang dihasilkan akan
berkali-kali lipat daripada ketika kamu mendapatkan terlalu banyak
kemudahan saat mengerjakannya.
Itu tadi sederet manfaat yang bisa kamu petik dengan bekerja di perusahaan startup. Apakah saat ini kamu semakin mantap untuk memulai karir di perusahaan startup, ataukah justru lebih mantap memilih perusahaan besar? Apapun pilihanmu, teruslah berusaha demi karir dan masa depanmu, ya!