Mars menjadi nama planet prioritas utama dari beberapa
planet yang tengah diteliti oleh NASA. Yang pasti, NASA memang masih mencari
titik terang apakah planet yang memiliki bulan Phobos dan Deimos ini akan bisa
dihuni umat manusia di masa mendatang.
Meski begitu, beberapa kalangan peneliti optimistis bahwa manusia bisa tinggal di Mars pada nantinya. Namun, apakah memang nantinya Mars bisa menjadi tempat yang layak ditinggali manusia untuk menggantikan Bumi?
Meski memang masih belum jelas, sebagian peneliti mengungkap bahwa kemungkinan manusia untuk tinggal di Mars masih sangat minim.
Meski begitu, beberapa kalangan peneliti optimistis bahwa manusia bisa tinggal di Mars pada nantinya. Namun, apakah memang nantinya Mars bisa menjadi tempat yang layak ditinggali manusia untuk menggantikan Bumi?
Meski memang masih belum jelas, sebagian peneliti mengungkap bahwa kemungkinan manusia untuk tinggal di Mars masih sangat minim.
1. Radiasi
Mars dijelaskan peneliti NASA memiliki tingkatan radiasi yang tinggi, terdapat dua kandungan radiasi berbahaya di Mars, di antaranya ada Solar Energetic Particles (SEPs) dan Galactic Cosmic Rays (GCRs). Keduanya bisa membombardir manusia jika tidak disokong alat antiradiasi yang memadai ketika berada di Mars.
Lebih lanjut diungkap, jika manusia menghuni Mars dengan
menghabiskan waktu sekitar 180 hari, maka mereka akan mengalami peningkatan
radiasi sebanyak 15 kali.
Temperatur menjadi salah satu kendala besar manusia untuk
bisa hinggap di Mars. Sebagai informasi, temperatur rata-rata di Bumi adalah
sekitar 57 derajat Fahrenheit (14 derajat Celsius). Namun, temperatur rata-rata
di Mars berada di suhu sekitar -81 derajat Fahrenheit (-63 derajat Celsius)
yang mana menjadi suhu yang sangat tidak mungkin membuat manusia bisa bertahan
tanpa adanya bantuan alat canggih.
Jika manusia bertahan di dalam suhu Mars dengan bantuan alat
yang begitu minim selama 68 hari, maka mereka dipastikan akan mati.
Selain keadaan radiasi dan temperatur, atmosfer juga menjadi
hal yang diperhatikan para peneliti. Sebagai perbandingan lapisan atmosfer Bumi
100 kali lebih padat daripada lapisan atmosfer Mars. Lapisan atmosfer Bumi
terbuat dari 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen dan 1 persen kumpulan gas.
Sementara itu, lapisan atmosfer Mars memiliki kandungan
karbondioksida sebanyak 96 persen yang mana sangat beracun bagi manusia. Sisa
lapisan atmosfer memiliki kandungan kumpulan gas argon, nitrogen, dan gas
berbahaya lainnya.
Yang menjadi pertimbangan adalah manusia nantinya ditakutkan
tidak dapat berjalan dan bergerak dengan leluasa karena terbatas oleh tingkatan
gravitasi Planet Merah. Sementara di Bumi, tubuh manusia bisa menerima kondisi
gravitasi `One-G` yang mana mampu menggerakan skeletal, muscular,
cardiovascular-nya dengan baik.
Mars bukanlah Bumi. Yang jelas, ekosistem serta makhluk
hidup mikroba yang ada di Planet Merah tersebut sangat beda jika dibandingkan
dengan Bumi. Para peneliti menduga terdapat space germs (bakteri planet) yang
'hidup' di udara Planet Mars. Meski belum diusut secara mendalam, ini menjadi
salah satu persoalan penting. Mengingat kejadian para astronot Apollo yang
harus dikarantina selama 21 hari karena ditakutkan mengidap space germs setelah
kembali dari Bulan.
Meski Mars telah diungkap dapat memiliki kemungkinan untuk
menumbuhkan tanaman, namun hal tersebut masih diragukan.
Kelembapan suhu Mars nyatanya masih sulit dikontrol. Jika
tanaman yang ditumbuhkan di Mars mendapatkan bantuan kandungan oksigen
berlebih, maka risiko ledakan besar akan terjadi. Sayangnya, masih sedikit yang
menganggap ini sebagai hal serius.
Inilah yang menjadi 'beban' para astronot jika memang nanti
mereka dikerahkan untuk terbang di Mars. Delapan bulan perjalanan ke Mars
tentunya akan 'mengacak' kondisi mental mereka.
Maka dari itu, mental para astronot harus dilatih agar tahan
banting ketika berada di luar angkasa. Namun, bagaimana jika nantinya manusia
harus bertahan menghadapi segala ketidakmungkinan yang ada di Mars? Pastinya
sulit. Tak mudah mengetahui masing-masing orang bahwa mereka memiliki kondisi
mental yang baik ketika hendak pergi ke luar angkasa.







